Selasa, 28 Juli 2015

JAGA LISANMU !!





Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika dibandingkan anggota badan manusia yang lain. Akan tetapi, ia dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai penduduk surga atau bahkan dapat menyebabkan pemiliknya dilemparkan ke dalam api neraka.





Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan apa yang dikatakan oleh lisannyaa, karena bisa jadi seseorang menganggap suatu perkataan hanyalah kata-kata yang ringan dan sepele namun ternyata hal itu merupakan sesuatu yang mendatangkan murka Allah Ta’ala. Sebagaimana Rasulullah SAWbersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a:

“sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wajibnya menjaga lisan

Allah Ta’ala berfirman:

“dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)

Qotadah menjelaskan ayat diatas : 

“ Janganlah kamu katakan ‘aku melihat’ padahal kamu tidak melihat, jangan pula katakan ‘aku mendengar’ sedang kamu tidak mendengar, dan jangan katakan ‘aku tahu’ sedang kamu tidak mengetahui, karena sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban atas semua hal tersebut.”

Ibnu katsir menjelaskan makna ayat di atas:

 adalah sebagai larangan untuk berkata-kata tanpa ilmu. (tafsir Ibnu Katsir)

Rasulullah SAW pun bersabda :

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah

Imam Asy-Syafi’i menjelaskan makna hadist diatas adalah, 

“jika engkau hendak berkata maka berfikirlah terlebih dahulu, jika yang nampak adalah kebaikan maka ucapkanlah perkataan tersebut., namun jika yang nampak adalah keburukan atau bahkan engkau ragu-ragu maka tahnlah dirimu (dari mengucapkan perkataan tersbut).” (Asy-Syarhul Kabir ‘alal Arba’in An-Nawawiyyah)

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar