Selasa, 28 Juli 2015

EFEK 3D PADA MATA




Muncul pertanyaan “apakah efek 3D mempunyai pengaruh buruk untuk kesehatan mata?”. Faktanya menonton TV dalam waktu yang lama saja dapat melemahkan mata dan membuat otot mata menjadi tegang. Bahkan menurut beberapa peneliti, efek 3D bisa 3 kali lebih buruk.




Penemuan bahwa menonton 3D bisa berdampak buruk bagi mata kita berasal dari kenyataan bahwa teknologi ini menunjukkan inkonsistensi dengan realitas. Biasanya, ketika kita melihat objek tiga dimensi secara dekat, mata kita berkonvergen, dan saat kita melihat objek yang jauh, mata kita berdivergen. Hal ini terjadi agar gambar dapat diproyeksikan dipusat dari kedua retina mata kita. Bentuk lensa kita juga mengalami akomodasi, sehingga gambar difokuskan pada retina, dan kita dapat melihat objek dengan jelas.

Ketika kita nonton film 3D, mata kiri melihat satu gambar dan mata kanan melihat gambar lainnya. Otak menggunakan efek ini untuk menghasilkan gambar 3d. Para ahli menganggap ini sebagai pengalaman sensorik yang sama sekali baru. Saat melihat gambar 3D, proses konvergensi dan divergen bertentangan dengan faktor akomodasi. Hal ini karena, mata mengakomodasi dengan berfokus pada sumber cahaya pada satu jarak, tapi pada waktu yang sama, proses konvergen dan divergen pada jarak lain untuk melihat gambar 3D tergantung pada posisinya dalam ruang. Masalah ini telah terbukti dengan banyak kasus dimana banyak orang mengalami gejala seperti sakit kepala, mata lelah, mabuk, disorientasi, pandangan kabur dan mual setelah menonton tayangan 3D.

Anak-anak, remaja, wanita hamil, orang yang menderita insomnia, dan mereka yang mengalami kecanduan alkohol secara ketat dibuat sadar akan efek negatif dari menonton TV 3D. Jika anak-anak kecil terbiasa melihat 3D, maka kemungkinan akan mengembangkan fungsi mata yang abnormal sebagaimana mata dan otak berkembang seiring bertambahnya usia. Hal ini akan mengakibatkan komplikasi yang serius di kemudian hari. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar