Muncul pertanyaan “apakah efek 3D mempunyai pengaruh
buruk untuk kesehatan mata?”. Faktanya menonton TV dalam waktu yang lama saja
dapat melemahkan mata dan membuat otot mata menjadi tegang. Bahkan menurut
beberapa peneliti, efek 3D bisa 3 kali lebih buruk.
Penemuan bahwa menonton 3D bisa berdampak buruk bagi
mata kita berasal dari kenyataan bahwa teknologi ini menunjukkan inkonsistensi
dengan realitas. Biasanya, ketika kita melihat objek tiga dimensi secara dekat,
mata kita berkonvergen, dan saat kita melihat objek yang jauh, mata kita
berdivergen. Hal ini terjadi agar gambar dapat diproyeksikan dipusat dari kedua
retina mata kita. Bentuk lensa kita juga mengalami akomodasi, sehingga gambar
difokuskan pada retina, dan kita dapat melihat objek dengan jelas.
Ketika kita nonton film 3D, mata kiri melihat satu
gambar dan mata kanan melihat gambar lainnya. Otak menggunakan efek ini untuk
menghasilkan gambar 3d. Para ahli menganggap ini sebagai pengalaman sensorik
yang sama sekali baru. Saat melihat gambar 3D, proses konvergensi dan divergen
bertentangan dengan faktor akomodasi. Hal ini karena, mata mengakomodasi dengan
berfokus pada sumber cahaya pada satu jarak, tapi pada waktu yang sama, proses
konvergen dan divergen pada jarak lain untuk melihat gambar 3D tergantung pada
posisinya dalam ruang. Masalah ini telah terbukti dengan banyak kasus dimana
banyak orang mengalami gejala seperti sakit kepala, mata lelah, mabuk,
disorientasi, pandangan kabur dan mual setelah menonton tayangan 3D.
Anak-anak, remaja, wanita hamil, orang yang
menderita insomnia, dan mereka yang mengalami kecanduan alkohol secara ketat
dibuat sadar akan efek negatif dari menonton TV 3D. Jika anak-anak kecil
terbiasa melihat 3D, maka kemungkinan akan mengembangkan fungsi mata yang
abnormal sebagaimana mata dan otak berkembang seiring bertambahnya usia. Hal
ini akan mengakibatkan komplikasi yang serius di kemudian hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar