Selasa, 23 Juni 2015

HIDUP SEHAT DAN DIET ALA RASULULLAH SAW







HIDUP SEHAT DAN DIET ALA RASULULLAH SAW



 




          Sebagai Umat Islam yang baik dan taat, kita semua hendaknya mengkuti tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah, tak terkecuali dalam hal menjaga badan agar selalu sehat. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan cara mengelola berat badan agar selalu ideal.




          Ternyata sejak dulu Rasulullah memiliki keteraturan dalam mengonsumsi makanan sehari-hari sehingga tubuh beliau jauh dari sakit. Selain dengan menunaikan salat dan puasa, beliau juga terbiasa mengonsumsi menu makanan pagi, siang, dan malam secara rutin. Beliau juga lebih banyak mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan ketimbang makanan yang berasal dari hewan atau daging, beliau memilih bagian lengan. Lebih jelasnya, simak ulasan tentang diet ala Rasullullah berikut ini :

Pertama, Menonsumsi Makanan Halal


Untuk menjaga kesehatannya, Rasulullah SAW selalu mengonsumsi makanan yang halal. Perintah tentang makanan yang halal. Perintah tentang makanan yang halal ini tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 168. Dalam ayat tersebut dijelaskan tentang kewajiban mengonsumsi makanan yang halal dan perintah untuk menjauhi tipu daya syaitan. Seperti diketahui, minuman haram seperti wine dan minuman memabukkan lainnya secara ilmiah juga tervbukti tidak baik untuk orang yang sedang melakukan program menurunkan berat badan.


Makanan halal yang dimaksud disini juga termasuk makanan yang terhindar dari najis dan bersih. Sekaligus memberi isyarat tentang makanan yang bergizi dan tidak sia-sia. Prinsipnya, semua makanan yang masuk dalam tubuh kita hendaknya memiliki fungsi dan peran yang baik untuk tubuh, bukan hanya sekedar mengenyangkan.

Kedua, Makanlah Secukupnya

Dalam surat Al-A’raf ayat 31diterangkan bahwa manusia atau kaum muslimin dan muslimah harus mengonsumsi makanan secara tidak berlebihan. Hal ini, karena Allah tidak sedang dengan hal-hal yang berlebihan atau yang biasa dikenal dengan bahasa mubazir.

Ketiga, Memakan Sayuran





Makanan Favorite Rasulullah adalah labu. Rasulullah SAW juga pernah mengonsumsi roti gandum.

Keempat, Menu Makanan Rasulullah dari Pagi hingga Malam





Menu sarapan : Rasulullah biasanya mengonsumsi 7 butir kurma matang dengan segelas air madu (madunya telah dilarutkan dalam air). Menu ini penuh energi dan mampu menghindarkan anda dari racun

Menu siang : Khol atau sejenis cuka, cairan ini jika dicampur madu akan terasa manis. Manfaat dari makanan ini adalah menghindarkan manusia dari kolesterol, melancarkan pencernaan dan mencegah lemah tulang serta kepikunan.

Menu Malam : sayuran adalah menu favorite malam Rasulullah. Kaitannya dengan hal ini, Sayyidina Umar pernah berpesan bahwa hendaknya perut manusia terisi 10% makanan yang berasal dari hewan, 60 % berasal dari biji-bijian, dan 30% sisanya didapatkan dari sayuran dan buah-buahan.


          Kelima, Tidak Tidur Usai Makan

          Rasulullah SAW melakukan banyak kegiatan usai makan, seperti shalat, zikir, dan lain sebagainya. Dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Sunni, Baihaqi dan Thabrani disampaikan bahwa memilih tidur usai makan hanya akan membuat hati menjadi keras.





          Keenam, Olahraga Ala Rasulullah

          Jika secara ilmiah kita mengenal yoga terbaik dalam islam adalah shalat dan zikir. Allah memerintahkan kita untuk melakukan hal tersebut sejatinya untuk mengelola hati kita dan menjauhkan kita dari stres. Seperti diketahui, terlalu banyak penyakit dan ketidakseimbangan yang bisa diakibatkan oleh stres.

 










          Shalat yang dimaksudkan bukan hanya shalat 5 waktu tetapi juga shalat sunah dan qiyamullail. Seperti yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW.

          Ketujuh, Berpikir Positif

          Islam mengajarkan seseorang untuk selalu berbaik sangka atau khusnuzan. Dalam kaitanyya dengan diet ala Rasulullah SAW ini kita bisa mengambil dan mendang segala sesuatu secara positif. Termasuk untuk melihat kondisi kita dan mensugesti diri untuk memiliki tubuh yang sehat.


 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar